I. Pendahuluan
Penambahan hard disk di OS linux berbeda dengan di OS Windows. Pada OS Windows, penambahan hard disk bisa langsung terdeteksi oleh windows dan user bisa langsung menggunakan hard disk tersebut. Namun di OS linux, memang linux bisa langsung mendeteksi adanya penambahan hard disk baru di sistemnya. Namun, user di linux tidak bisa langsung menggunakan hard disk tersebut. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan jika user tersebut mau menggunakan hard disk baru tersebut. Pada tutorial ini akan dijelaskan langkah-langkah tentang bagaimana agar user dapat menggunakan hard dsik tersebut. Penulis menggunakan OS Linux Centos dan hard disk jenis SATA. Perlu diketahui bahwa di linux jika kita menggunakan hard disk jenis SATA maka akan dilabeli dengan sdb, sdc, dan lain sebagainya sedangkan untuk tipe IDE, maka linux melabeli dengan nama hdb, hdc, dan lain sebagainya. Penulis menggunakan hard disk berukuran 4 GB dimana penulis hanya ingin agar hard disk tersebut mempunyai 1 partisi dan hard disk tersebut akan di mounting ke folder data. Folder di linux yang berhubungan dengan hardware terletak di /dev/ Pada sistem linux, ada paket-paket yang 'ditugaskan' untuk mengurus masalah hard disk seperti partisi hard disk dan lain sebagainya. Penulis menggunakan 2 paket yang cukup terkenal yaitu fdisk dan parted. Berikut adalah partisi default penulis sebelum penambahan hard disk baru:


II. Menggunakan fdisk
fdisk merupakan paket bawaan dari linux. Untuk menggunakan fdisk, ketikkan perintah berikut:
# fdisk
Seperti keterangan di atas, bahwa kita ingin membuat 1 partisi di hard disk yang baru, maka dari itu tulis perintah berikut:
# fdisk /dev/sdb
Setelah itu tekan tombol n untuk membuat partisi yang baru. Setelah itu tekan tombol p untuk memberitahukan kepada linux bahwa partisi tersebut merupakan partisi primary. Kemudian tekan tombol 1 untuk memberitahukan kepada linux bahwa kita ingin agar partisi hard disk yang terbentuk mempunyai simbol sdb1. Setelah tekan tombol enter 2x yang artinya kita menggunakan nilai default. Kemudian tekan tombol w yang berarti kita menyuruh linux agar perintah partisi tersebut dieksekusi.

Setelah itu kita akan memformat hard disk baru tersebut dengan cara:

Setelah itu kita akan memformat hard disk baru tersebut dengan cara:
# mkfs -t ext3 /dev/sdb1

Hal ini berarti bahwa kita memformat hard disk dengan extensi ext3. Kemudian kita buat folder data dengan cara:
# mkdir /data
lalu kita mounting folder tersebut dengan cara:
# mount /dev/sdb1 /data
Kemudian kita cek apakah hard disk tersebut sudah bisa digunakan atau belum dengan cara:
# df -h

Terlihat dari gambar diatas bahwa hard disk sudah terlihat dan sudah dapat digunakan. Kemudian agar sistem linux dapat mendeteksi hard disk tersebut setelah reboot, maka kita harus memberikan tambahan di /etc/fstab denagn memberikan tambahan sebagai berikut:
/dev/sdb1 /data ext3 defaults 0 0
Jika kita ingin menghapus partisi di hard disk yang baru tersebut, maka kita harus umount terlebih dahulu hard disk baru tersebut dengan cara:
# umount /dev/sdb1 /data

lalu tulis perintah berikut:
# fdisk /dev/sdb
Tekan tombol d untuk menghapus partisi dan setelah itu tekan tombol w untuk eksekusi. dan seharusnya ketika kita gunakan perintah df -h, partisi hard disk sudah tidak ada. Kekurangan dari fdisk adalah paket ini tidak bisa mempartisi hard disk yang mempunyai ukuran yang besar. Penulis pernah mencoba mempartisi hard disk ukuran 5 TB (menggunakan RAID), namun yang terpartisi hanyalah 1,5 TB.


III. Menggunakan parted
parted merupakan paket yang fungsinya sama dengan fdisk namun paket memiliki kelebihan yaitu bisa mempartisi hard disk-hard disk berukuran besar. Untuk melihat apakah parted ada di dalam sistem, ketikkan perintah berikut:
# rpm -q parted
Jika paket parted belum ada, maka bisa menginstalnya dengan cara:
# yum install parted
Untuk mempartisi hard disk menggunakan parted, ketikkan perintah berikut:
# parted /dev/sdb
ketikkan print untuk melihat berapa ukuran hard disk baru. Kemudian ketikkan perintah berikut:
# mkpart primary 0 4295M
Hal ini berarti bahwa kita mempartisi hard disk tersebut dengan menggunakan 1 partisi primary. Angka 4295 didapat dari perintah print. Kemudian ketikkan perintah print untuk melihat efek dari perintah diatas dan seharusnya sudah berbeda dengan perintah print yang pertama kali kita jalankan.

Kemudian kita memformat hard disk tersebut dengan cara:

Kemudian kita memformat hard disk tersebut dengan cara:
# mkfs.ext3 /dev/sdb1

Kemudian kita buat folder data dan mounting folder tersebut dengan hard disk.
# mkdir /data # mount /dev/sdb1 /data

Terlihat bahwa disk baru tersebut sdah dapat digunakan. Kemudian tambahkan di file /etc/fstab seperti berikut:
/dev/sdb1 /data ext3 defaults 0 0
Jika kita ingion menghapus partisi di hard disk tersebut, maka masuk ke parted
# parted /dev/sdb
lalu ketik print. Setelah itu ketik rm 1 yang berarti kita membuang partisi ke-1. Kemudian ketik print dan seharusnya partisi di hard disk tersebut sudah tidak ada.


Referensi:
14 Dzulhijjah 1431 H
20 Novemer 2010 M
20 Novemer 2010 M
| Comments |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
Powered by !JoomlaComment 3.26














Dear Accank, Hal itu tergantung dari...
Dear Ronald, Terima kasih atas saran...
Untuk pengguna debian 6.0 (squeeze) d...
mas sy ingin bertanya,dari semua netw...
Dear Syukran, Mungkin hadits ini bis...