catatanlepas.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color
Home Lain-Lain Aneka Tips dan Keutamaan Keutamaan Ayat Kursi

Keutamaan Ayat Kursi

Email Cetak PDF
Ayat kursi adalah satu ayat yang merupakan sebesar-bear dan seagung-agung ayat dalam al-Quran yang padanya terdapat Ismullahil A'zham (Nama Allah yang paling besar dan paling agung), dan apabila ayat ini dibaca maka setan pun akan lari. Ayat ini terdapat dalam surat Al-Baarah ayat 255 yang berbunyi:
Ayat kursi memiliki keutamaan yang sangat banyak, diantaranya:

1. Ayat kursi adalah ayat di dalam Al-Quran yang paling agung dan paling utama
Dari Ubay bin Ka'ab bahwasanya Nabi pernah bertanya kepadanya,"Ayat apakah yang paling agung dalam al-Quran?" Ubay menjawab,"Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Rasulullah mengulangi pertanyaaannya berulang kali, kemudian Ubay menjawab,"Ayat Kursi." Beliau bersabda,"Mudah-mudahan ilmu ini menjadi kenikmatan atasmu, wahai Abul Mundzir! Dia (Allah) yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh ayat kursi ini nanti akan mempunyai lisan dan dua bibir yang mensucikan Allah di sisi tiang 'Arsy." (Ahmad)

2. Syaitan akan lari apabila dibacakan ayat kursi
Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah mewakilkan aku (memberi amanah kepadaku) untuk menjaga zakat Ramadhan. Maka datanglah seseorang dan ia pun mengambil segenggam makanan, maka aku menangkapnya dan kukatakan,"Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah." Orang itu berkata,"Sungguh aku sangat membutuhkannya, aku menanggung keluarga, dan aku dalam keadaan yang sangat membutuhkan." Abu Hurairah berkata,"Maka aku pun melepaskannya." Ketika pagi hari tiba, Nabi bertanya "Wahai Abu Hurairah! Apa yang diperbuat oleh tawananmu semalam?" Abu Hurairah menjawab: Saya katakan,"Wahai Rasulullah, dia mengeluhkan kebutuhannya dan keluarga yang ditanggungnya, maka aku mengasihaninya dan aku melepaskannya." Beliau bersabda "Ketahuilah, sesungguhnya ia telah berdusta kepadamu dan sungguh ia akan kembali lagi." Maka aku mengetahui (dengan yakin) bahwa dia pasti akan datang lagi berdasarkan sabda Rasulullahm,"sungguh ia akan kembali lagi." Maka aku pun mengawasinya, kemudian ia mulai mengambil segenggam makanan, lalu aku menangkapnya dan kukatakan,"Sungguh aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah." Orang itu pun menjawab,"Lepaskan aku! Sungguh aku sangat membutuhkannya dan aku punya tanggungan keluarga. Aku tidak akan kembali lagi. maka akupun mengasianinya dan melepaskannya."
Ketika pagi tiba, Rasulullah bertanya kepadaku,"Wahai Abu Hurairah! Apa yang telah dilakukan tawananmu?" Aku menjawab,"Wahai Rasulullah! Ia mengeluhkan kebutuhannya yang sangat dan keluarga yang ditanggungnya, maka aku pun mengasihaninya dan melepaskannya." Kemudian beliau bersabda,"Ketahuilah sesungguhnya ia telah berdusta kepadamu dan ia akan kembali lagi." Maka aku pun mengawasinya untuk ketiga kalinya, ia pun mulai mengambil segenggam makanan lalu aku pun menangkapnya dan kukatakan,"Sungguh aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah dan yang ketiga kali inilah yang terakhir. Engkau mengaku bahwa engkau tidak akan kembali lagi, tetapi engkau kembali lagi." Orang itu berkata,"Lepaskan aku! Aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberikan manfaat kepadamu." Aku berkata,"Apa itu?" orang itu berkata,"Apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi yaitu Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum sampai akhir ayat. Sungguh engkau senantiasa mendapat penjagaan dari Allah dan setin tidak akan mendekatimu sampai pagi hari." Maka aku pun melepaskannya.
Ketika pagi hari, Rasulullah bertanya kepadaku,"Wahai Abu Hurairah apa yang telah dlakukan tawananmu semalam?" Aku menjawab,"Wahai Rasulullah! Ia mengaku bahwa ia mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberikan manfaat kepadaku, maka aku pun melepaskannya." Beliau bertanya,"Apa itu?" Aku berkata,"Ia berkata kepadaku apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi yaitu Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum sampai akhir ayat. Sungguh engkau senantiasa mendapat penjagaan dari Allah dan setin tidak akan mendekatimu sampai pagi hari." Maka aku pun melepaskannya. Mereka (para sahabat) adalah orang yang paling tamak (bersegera) terhadap kebaikan. Maka Nabi bersabda,"Ketahuilah! Sesungguhnya ia ia telah berkata jujur kepadamu tetapi ia adalah pendusta. Tahukah engkau siapa orang yang engkau ajak bicara selama tiga hari itu wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab,"Tidak." Beliau menjawab,"Itu adalah syaitan." (Bukhari no. 2311)

Faedah yang diambil dari hadits di atas adalah:
a. Terkadang syaitan dapat mengetahui apa yang bermanfaat bagi orang mukmin.
b. Terkadang orang yang fajir (jahat) mendapat hikmah (pelajaran) namun hikmah itu tidak bermanfaat baginya dan hikmah tersebut bisa diambil oleh orang lain darinya sehingga bermanfaat baginya
c. Terkadang seseorang mengetahui sesuatu, tetapi ia tidak mau mengamalkannya
d. Adakalanya orang kafir itu membenarkan apa yang dibenarkan (dipercaya) oleh orang mukmin, tetapi pembenarannya itu tidak menjadikannya ia sebagai orang yang beriman
e. Pendusta terkadang bisa benar (akan tetapi hal itu harus ada bukti dan penguat dari orang benar)
f. Tabiat dan sifat syaitan adalah pendusta
g. Bahwa Syaitan adakalanya menyerupai atau menyamar dengan sebagian rupa (bukan bentuk aslinya) sehingga memungkinkan dapat dilihat manusia. Adapun  firman Allah:
"Sesungguhnya dia (setan) dan pengikutnya dapat melihat kamu dari satu tempat yang kamu tidak melihat mereka." (Al-A'raf:27)
Yang dimaksud kalian tidak melihat mereka adalah khusus bagi rupa asli mereka yang Allah Ta'ala ciptakan.
h. Orang yang dipercayakan untuk menjaga sesuatu  disebut wakil.
i. Bahwa jin itu memakan makanan manusia dan menampakkkan diri kepada manusia dengan syarat yang telah disebutkan (yaitu tidak dengan rupa aslinya).
k. Bahwa mereka berbicara dengan bahasa manusia.
l. Bahwa mereka itu sering mencuri dan menipu.
m. Didalam hadits ini terdapat keutamaan ayat kursi dan ayat terakhir surat al-Baqarah.
n. Bahwa jin mendapatkan bagian makanan yang tidak disebut nama Allah padanya.
o. Di dalam hadits ini ada dalil bahwa pencuri tidak dipotong tangannya dengan sebab ia kelaparan. Dapat juga dipahami bahwa barang yang dicuri itu  belum mencapai nishab karena itulah dibolehkan bagi sahabat tersebut memaafkannya sebelum dilaporkan kepada Rasulullah.
p. Di dalam hadits ini terdapat dalil diterimanaya udzur (alasan) dan menutupi kesalahan orang yang dianggap (disangka) jujur.
q. Nabi mengetahui perkara yang ghaib (tentunya dengan pemberitahuan dari Allah). Dan didalam hadits Mu'adz bin Jabal diterangkan bahwa Jibril datang kepada Nabi memberitahukan beliau akan hal itu (perbuatan Syaitan terhadap Abu Hurairah).
r. Di dalam hadits ini juga terdapat dalil dibolehkannya mengumpulkan zakat fitri sebelum malam hari raya (idul fithri) dan mewakilkannya kepada seseorang untuk menjaga dan membagi-bagikannya.

3. Di dalam ayat kursi terdapat nama Allah yang paling agung
Dari Asma binti Yazid ia berkata,"Aku mendengar Rasulullah bersabda mengenai dua ayat ini Allahu laa ilaahailla huwal hayyul qayyum dan alif laam miim allhu laa ilaaa haaillahiwal hayyul qayyum (Ali-Imran:1-2) lalu Beliau bersabda,"Sesungguhnya pada keduanya terdapat nama Allah yang paling agung." (Abu Daud no. 1496)

Dari Abu Umamah yang marfu' (sampai kepada Nabi) bahwasanya Nabi bersabda,"Nama Allah yang paling agung apabila kita berdoa dengannya maka Allah akan mengabulkannya ada pada tiga surat:surat Al-Baqarah, surat Ali-Imran dan surat Thahaa." (Ibnu Majah no.3856)

Ketiga ayat tersebut adalah:
a. Al-Baqarah: 255
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Al-Baqarah:255)

b. Ali-Imran: 1-2

"Alif laam miim.Allah, Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya." (Ali-Imran:1-2)

c. Thahaa : 111
"Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezhaliman." (Thaha: 111)

4. Orang yang membaca ayat kursi setelah selesai melakukan shalat fardhu akan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga
Dari Abu Umamah ia berkata Rasulullah bersabda,"Barangsiapa membaca ayat kursi di setiap selesai melakukan shalat fardhu, maka tidak ada yang mencegahnya masuk surga kecuali kematian."  (An-Nasa'i No. 948)
Maksudnya tidak ada yang menghalangi antara dia dan surga kecuali kematian. Maka apabila ia mati, ia akan masuk surga.

5. Ayat kursi sebagai dzikir pagi dan petang yang dapat melindungi dari gangguan syaitan
Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab bahwa ia memiliki sejumlah kurma kering yang terus berkurang tanpa diketahui sebabnya. Pada suatu malam ia menjaganya lalu mendapati seekor binatang melata yang menyerupai anak remaja. Ubay mengucapkan salam kepada anak itu dan ia pun menjawab salamnya. Ubay bertanya,"Siapa engkau? Jin atau manusia?" Anak itu menjawab,"Jin." Ubay berkata,"Tunjukkan tanganmu." lalu anak itu menunjukkan tangannya, ternyata tangannya mirip dengan dengan tangan anjing dan bulunya  seperti bulu anjing.
Ubay bertanya lagi,"Seperti inikah wujud jin?" Jin itu menjawab,"Bangsa jin telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih kuat daripada aku." Ubay bertanya,"Apa sebabnya engkau datang ke sini?" Jin itu menjawab,"Telah sampai berita kepadaku bahwa engkau adalah orang yang suka bersedekah, maka kami datang untuk mencuri makananmu." Ubay bertanya,"Apa yang dapat menyelamatkan kami dari kalian?" Jin itu menjawab,"Ayat ini, yang terdapat dalam surat al-Baqarah Allahu laa ilaaha illa huwal qayyum ... Barangsiapa membacanya pada sore hari, ia pasti dilindungi dari kami sampai pagi hari. Dan barangsiapa membacanya di pagi hari, ia pasti dilindungi dari kami sampai sore hari."
Pagi harinya Ubay mendatangi Rasulullah dan menceritakan peristiwa tersebut. Rasulullah bersabda "Makhluk yang buruk itu telah berkata jujur." (An-Nasa'i no 10730)


Hadits-hadits di atas memberikan pengertian kepada kita tentang disunnahkannya bagi seorang muslim membaca ayat kursi ini delapan kali sehari semalam yaitu dua kali pada pagi dan sore, sekali ketika hendak tidur, dan lima kali setelah menunaikan shalat wajib lima waktu.


Diambil dari Buku Ar-Rasaa-il Kumpulan Risalah Aqidah, Fiqih dan Hukum Jilid ke-3 karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas

 
11 Muharram 1431 H
28 Desember 2009 M

+ 11
+ 1
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 28 Desember 2009 08:50 )  

Tanggal dan Jam


Ulti Clocks content

Browse this website in:


Mutiara Hari Ini

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.(An-Nahl:44)

Poling

Apakah artikel-artikel di situs ini bermanfaat untuk anda?

(283 votes)

7.8%
92.2%

Waktu Shalat