Surat Al-Fatihah merupakan surat dalam al-Quran yang memiliki banyak keutamaan berdasarkan hadits-hadits Rasulullah yang shahih. Surat ini termasuk dalam surat-surat Makkiyah yang memiliki 7 ayat. Surat ini wajib dibaca ketika shalat dan tidak sah shalat seseorang ketika dia tidak membaca surat ini.
Surat AL-Fatihah memiliki banyak keutamaan diantaranya:
1. Surat Al-Fatihah merupakan surat yang paling agung dalam al-Quran
Dari Abu Sa'id bin al-Mualla ia berkata aku melaksanakan shalat, lalu aku dipanggil oleh Rasulullah dan aku tidak memnuhi panggilan beliau karena aku sedang shalat, hingga aku selesai shalat barulah aku mendatangi beliau. Kemudian Rasulullah bersabda,"Apa yang mencegahmu untuk mendatangiku saat aku memanggilmu?" Maka aku (Abu Sa'id) menjawab,"Wahai Rasulullah saat itu aku sedang shalat." Lalu Rasulullah menjawab,"Bukankan Allah berfirman:Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang meberi kehidupan kepadamu (Al-Anfal:24)" kemudian beliau pun bersabda,"Sungguh aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam al-Quran ini sebelum engkau keluar dari masjid." Kemudian beliau memegang tanganku dan beranjak untuk keluar dari masjid. Ketika beliau akan keluar masjid, aku berkata,"Wahai Rasulullah, bukankah tadi engkau mengatakan akan mengajarkan surat yang paling agung dalam al-Quran?" Beliau menjawab,"Benar, yaitu alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin, dia ini adalah sab'ul matsani (tujuh yang diulang-ulang) dan al-quran yang agung yang diberikan kepadaku." (Abu dawud no. 1458)
2. Surat yang belum pernah ada kecuali di al-Quran
Suatu ketika Rasulullah memanggil sahabat Ubay bin Ka'ab, kemudian Nabi mengatakan kepada Ubay bin Ka'ab,"Sungguh Aku berharap engkau tidak keluar dari pintu masjid ini sehingga engkau mengetahui satu surat yang Allah belum pernah turunkan dalam Taurat, juga dalam Injil, tidak juga dalam al-Quran seperti ini." Ubay bin Ka'ab berkata aku pun memperlambat jalanku karena menginginkan hal itu. kemudian aku bertanya,"Wahai Rasululah apa surat yang engkau janjikan untuk kau ajarkan kepadaku?" Rasulullah menjawab ,"Apa yang engkau baca ketika engkau memulai shalat?" maka Ubay bin ka'ab menjawab "Aku membaca alhamdulillahirabbil 'aalamaiin sampai akhirnya (sampai selesai)." Kemudian Rasululah bersabda,"Itulah surat tersebut, (surat) itu adalah sab'ul matsani (tujuh yang diulang-ulang), dan al-Quranul 'azhim yang telah diberikan kepadaku."(Tirmidzi no. 2875)
3. Surat al-Fatihah dapat digunakan sebagai ruqyah
Abu sa'id al-khudri berkata ketika kami dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat lalu datanglah seorang jariyah (budak wanita), dia berkata,"Sesungguhnya kepala kampung disini salim (tersengat hewan berbisa), sedangkan orang-orang dikampung ini sedang tidak ada. apakah diantara kalian ada yang dapat meruqyah?" Lalu dikatakan kepadanya tidak ada seorang pun diantara kami yang dapat meruqyah. Lalu abu said mencoba meruqyahnya dengan membaca surat al-Fatihah lalu sembuhlah kepala kampung tersebut. Kemudian kepala kampung itu memerintahkan untuk memberikan 30 ekor kambing kepada para sahabat, juga memberikan susu kepada mereka. Maka para sahabat pun berkata,"Janganlah ada yang menyentuhnya hingga kita tanyakan kepada Rasulullah. lalu kami pun pulang." Setibanya kami di Madinah, kami menceritakan kisah ini kepada Rasulullah. Kemudian beliau berkata,"Apa yang membuatmu mengetahui bahwa itu adalah ruqyah?" kemudian beliau berkata lagi,"Bagikanlah hadiah itu dan berikanlah sebagian untukku." (Muslim no. 2201)
Hadits ini menunjukkan bahwa hasil dari praktek ruqyah adalah dibenarkan menurut syariat islam, artinya apabila seseorang sakit lalu ada yang meruqyahnya hingga si sakit itu sembuh, maka hadiah dari si sakit kepada orang yang meruqyahnya tadi adalah halal. Hadits tersebut juga menunjukkan tentang bolehnya melakukan ruqyah yang sesuai dengan syariat islam
Hadits ini menunjukkan bahwa hasil dari praktek ruqyah adalah dibenarkan menurut syariat islam, artinya apabila seseorang sakit lalu ada yang meruqyahnya hingga si sakit itu sembuh, maka hadiah dari si sakit kepada orang yang meruqyahnya tadi adalah halal. Hadits tersebut juga menunjukkan tentang bolehnya melakukan ruqyah yang sesuai dengan syariat islam
4. Surat al-Fatihah merupakan cahaya
Dari Abdullah bin Abbas ia berkata: ketika Jibril duduk disamping Nabi, tiba-tiba ia mendengar suara keras di atasnya. Kemudian Jibril memandang ke atas dan berkata,"Ini adalah sebuah pintu dilangit yang belum pernah dibuka sebelumnya." Lalu dari pintu tersebut turunlah malaikat. Jibril berkata,"Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan ia belum pernah turun sebelumnya." Kemudian malaikat itu mengucapkan salam kepada Nabi dan berkata,"Hendaklah engkau bergembira dengan diberikannya kepadamu dua cahaya yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebeluimmu yaitu faatihatul kitaaab dan khawaatimu suuratil baarah (penutup surat al-Baqarah), tidaklah engkau membaca satu huruf saja darinya melainkan akan diberikan kepadamu." (Muslim no. 806)
Yang dimaksud dengan akhir surat al-Baqarah adalah dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah yang berbunyi:
Yang dimaksud dengan akhir surat al-Baqarah adalah dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah yang berbunyi:

"Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Al-Baqarah: 285-286)
Dan Rasulullah menganjurkan untuk membaca dua ayat ini ketika akan tidur, beliau bersabda:
"Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah pada malam hari, maka akan dicukupi baginya." (Bukhari no. 5009)
5. Allah senantiasa menjawab bacaan hamba-Nya ketika membaca surat al-Fatihah
Dalam sebuah hadits Qudsi, Alah berfirman:
"Aku telah membagi shalat (maksudnya adalah surat al-fatihah) antara aku dengan hambaku menjadi dua bagian, dan bagi hambaku apa yang dia minta. Apabila hambaku membaca alhamdulillahi rabbil 'aalaamin, maka Allah berfirman,"Hamba-Ku telah memujiku." Apabila ia membaca arrahmaanir rahiim, maka Allah berfirman"Hamba-Ku telah menyanjung-Ku." Dan apabila hamba-Ku membaca maalikiyaumiddin maka Allah taala berfirman,"Hamba-Ku telah memuliakanku" (dalam riwayat lain "hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku") Apabila hamba-Ku membaca iyyakana'budu wa iyyaka nasta'in maka Allah berfirman,"Ini antara aku dengan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya." Dan apabila hamba-Ku membaca ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraathalladzina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhalliin, maka Allah berfirman,"Inilah bagi hamba-Ku dan baginya apa yang dia minta." (Muslim no. 395)
Diambil dari kitab Ar-Rasaa-il Kumpulan Risalah Aqidah, Fiqih dan Hukum jild ke-3 karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas
"Aku telah membagi shalat (maksudnya adalah surat al-fatihah) antara aku dengan hambaku menjadi dua bagian, dan bagi hambaku apa yang dia minta. Apabila hambaku membaca alhamdulillahi rabbil 'aalaamin, maka Allah berfirman,"Hamba-Ku telah memujiku." Apabila ia membaca arrahmaanir rahiim, maka Allah berfirman"Hamba-Ku telah menyanjung-Ku." Dan apabila hamba-Ku membaca maalikiyaumiddin maka Allah taala berfirman,"Hamba-Ku telah memuliakanku" (dalam riwayat lain "hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku") Apabila hamba-Ku membaca iyyakana'budu wa iyyaka nasta'in maka Allah berfirman,"Ini antara aku dengan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya." Dan apabila hamba-Ku membaca ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraathalladzina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhalliin, maka Allah berfirman,"Inilah bagi hamba-Ku dan baginya apa yang dia minta." (Muslim no. 395)
Diambil dari kitab Ar-Rasaa-il Kumpulan Risalah Aqidah, Fiqih dan Hukum jild ke-3 karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas
11 Muharram 1431 H
28 Desember 2009 M
28 Desember 2009 M
| Comments |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
Powered by !JoomlaComment 3.26














Dear Accank, Hal itu tergantung dari...
Dear Ronald, Terima kasih atas saran...
Untuk pengguna debian 6.0 (squeeze) d...
mas sy ingin bertanya,dari semua netw...
Dear Syukran, Mungkin hadits ini bis...