Berbuat baik adalah bagian dari tugas seorang muslim di dalam kehidupan ini, sebagaimana firman Allah:
"Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabb-mu dan berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan." (Al-Hajj:77)
Juga karena berbuat baik adalah unsur penting dari dakwah. Salah satu faktor yang menjadikan pemikiran kita disukai oleh orang adalah ketika kita melakukan amal shalih atau perbuatan baik kepada mereka. Sehingga dengan itu, kita bisa membuka hati mereka untuk mencintai kita, sekaligus membuka cakrawala berfikir mereka untuk memahami kita, termasuk juga akan membuka telinga mereka untuk mau mendengarkan kita.
Namun terkadang, sebagai manusia kita sering kendur semangat untuk melakukan kebajikan. Maka dari itu kita harus mengetahui tips-tips bagaimana caranya untuk meningkatkan semangat kita untuk berbuat kebajikan. Berikut adalah tips-tipsnya:
1. Ilmu
Yang dimaksud di sini adalah pengetahuan mengenai pintu-pintu kebaikan yang Allah perintahkan kepada setiap muslim. Pengetahuan mengenai berbagai macam amal kebaikan merupakan perkara yang urgen. Islam telah memberikan penjelasan yang cukup kepada setiap muslim mengenai hal tersebut. Dan Islam memerintahkan kepada para pemeluknya agar menuntut ilmu sebelum berkata dan berbuat.
2. Tidak Melupakan Ilmunya
Hendaknya kita selalu mengingat pengetahuannya tentang amal kebaikan di atas, supaya tidak lupa terhadapnya. Bencana ilmu adalah lupa, sedangkan lupa sendiri akan mengakibatkan timbulnya sikap meremehkan banyak amal kebaikan, sehingga pengaruh kebaikan itu melemah di dalam diri. Itulah sebabnya,Al-Quran selalu mengulang-ulang makna-makna kebaikan dan menerangkan kepada kita bahwa apa yang terjadi pada bapak kita Adam 'alaihimussalam diantara penyebabnya adalah lupa. Allah berfirman:
Juga karena berbuat baik adalah unsur penting dari dakwah. Salah satu faktor yang menjadikan pemikiran kita disukai oleh orang adalah ketika kita melakukan amal shalih atau perbuatan baik kepada mereka. Sehingga dengan itu, kita bisa membuka hati mereka untuk mencintai kita, sekaligus membuka cakrawala berfikir mereka untuk memahami kita, termasuk juga akan membuka telinga mereka untuk mau mendengarkan kita.
Namun terkadang, sebagai manusia kita sering kendur semangat untuk melakukan kebajikan. Maka dari itu kita harus mengetahui tips-tips bagaimana caranya untuk meningkatkan semangat kita untuk berbuat kebajikan. Berikut adalah tips-tipsnya:
1. Ilmu
Yang dimaksud di sini adalah pengetahuan mengenai pintu-pintu kebaikan yang Allah perintahkan kepada setiap muslim. Pengetahuan mengenai berbagai macam amal kebaikan merupakan perkara yang urgen. Islam telah memberikan penjelasan yang cukup kepada setiap muslim mengenai hal tersebut. Dan Islam memerintahkan kepada para pemeluknya agar menuntut ilmu sebelum berkata dan berbuat.
2. Tidak Melupakan Ilmunya
Hendaknya kita selalu mengingat pengetahuannya tentang amal kebaikan di atas, supaya tidak lupa terhadapnya. Bencana ilmu adalah lupa, sedangkan lupa sendiri akan mengakibatkan timbulnya sikap meremehkan banyak amal kebaikan, sehingga pengaruh kebaikan itu melemah di dalam diri. Itulah sebabnya,Al-Quran selalu mengulang-ulang makna-makna kebaikan dan menerangkan kepada kita bahwa apa yang terjadi pada bapak kita Adam 'alaihimussalam diantara penyebabnya adalah lupa. Allah berfirman:

"Sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat." (Thaha:115)
3. Mengingat Pahala Berbuat Baik
Sadar dan ingat akan pahala yang akan diperoleh dari berbuat baik merupakan masalah penting dan perangkat inti untuk bisa bersegera kepada kebaikan. Ia merupakan obat paling mujarab untuk mengobati penyakit malas dan loyo. Misalnya ketika kita membaca hadits Nabi:

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Sungguh aku telah melihat seorang lelaki yang mondar mandir di surga karena ia telah memotong yang menjuntai ke jalan yang mengganggu manusia." (Muslim)
Sesungguhnya kesadaran dan ingatan tentang pahala yang akan diperoleh dari pahala perbuatan menyingkirkan gangguan di jalan ini akan menjadi sebuah pendorong untuk membiasakan diri melakukan ibadah seperti ini. Barangkali inilah rahasia dalam keterangan Nabi mengenai pahala sebagian amal ibadah supaya bisa menghasilkan motivasi dan pendorong untuk beramal.
4. Menghadiri Majelis Keimanan
Menghadiri pertemuan antar ikhwan dan majelis yang bernuansa keimanan sangatlah penting. memperbanyak berkumpul dengan orang-orang baik dan shalih merupakan sebab yang memotivasi untuk berbuat baik.sebagaimana juga, berjumpa dengan orang-orang shalih dan bermajelis dengan mereka akan mempermudah dalam membiasakan diri dalam berbagai ketaatan, akan mengingatkan seorang muslim akan rabb-nya, membangkitkan semangat untuk saling berlomba dalam kebaikan di antara para anggota majelis, dan menyibukkan hati dengn betikan-betikan yang baik. jadi seorang muslim akan merasa sedikit ketika ia sendirian dan akan merasa banyak ketika bertemu dengan teman-temannya yang shalih. maka bergaul dengan pribadi-pribadi yang baik akan membangkitkan semangat dan menggelorakan gairah dalam jiwa untuk memanfaatkan usia dalam rangka ketaatan kepada Allah.
5. Selalu Berlomba Dalam Kebaikan
Hendaklah kita memahami dan mengerti bahwa berlomba dalam kebaikan merupakan tuntutan syar'i dan perintah Allah. Allah berfirman:
Sesungguhnya kesadaran dan ingatan tentang pahala yang akan diperoleh dari pahala perbuatan menyingkirkan gangguan di jalan ini akan menjadi sebuah pendorong untuk membiasakan diri melakukan ibadah seperti ini. Barangkali inilah rahasia dalam keterangan Nabi mengenai pahala sebagian amal ibadah supaya bisa menghasilkan motivasi dan pendorong untuk beramal.
4. Menghadiri Majelis Keimanan
Menghadiri pertemuan antar ikhwan dan majelis yang bernuansa keimanan sangatlah penting. memperbanyak berkumpul dengan orang-orang baik dan shalih merupakan sebab yang memotivasi untuk berbuat baik.sebagaimana juga, berjumpa dengan orang-orang shalih dan bermajelis dengan mereka akan mempermudah dalam membiasakan diri dalam berbagai ketaatan, akan mengingatkan seorang muslim akan rabb-nya, membangkitkan semangat untuk saling berlomba dalam kebaikan di antara para anggota majelis, dan menyibukkan hati dengn betikan-betikan yang baik. jadi seorang muslim akan merasa sedikit ketika ia sendirian dan akan merasa banyak ketika bertemu dengan teman-temannya yang shalih. maka bergaul dengan pribadi-pribadi yang baik akan membangkitkan semangat dan menggelorakan gairah dalam jiwa untuk memanfaatkan usia dalam rangka ketaatan kepada Allah.
5. Selalu Berlomba Dalam Kebaikan
Hendaklah kita memahami dan mengerti bahwa berlomba dalam kebaikan merupakan tuntutan syar'i dan perintah Allah. Allah berfirman:
"Maka berlombalah dalam kebaikan." (Al-Baqarah:148)
Ibnu Sa'di mengatakan,"Barangsiapa yang berlomba dalam kebaikan, berarti ia bersegera menuju Jannah di akhirat dan orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebajikan merupakan orang yang paling tinggi derajatnya."
6. Mengunjungi Lembaga Dakwah
Mengunjungi lembaga-lembaga sosial dan organisasi-organisasi bantuan sangatlah penting untuk dilakukan sbagai sarana pemotivasi berbuat kebaikan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi lembaga sosial kebaikan dan yayasan-yayasan dakwah yang Allah telah banyak memberikan manfaat darinya, dan membukakan pintu bagi setiap muslim untuk ikut beramal di jalan Allah serta berkhidmat untuk agama ini. Mengunjungi lembaga-lembaga sosial seperti ini akan memotivasi seorang muslim untuk mencintai kebaikan, mengamalkannya, dan berlomba-lomba di dalamnya.
7. Sadar pentingnya berbuat baik
Hendaklah kita menyadari bahwa berlomba dalam kebaikan adalah karakter orang-orang mukmin, dan sifat para malaikat yang didekatkan. Alah telah berfirman memuji sebagian Nabi-Nya:
Ibnu Sa'di mengatakan,"Barangsiapa yang berlomba dalam kebaikan, berarti ia bersegera menuju Jannah di akhirat dan orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebajikan merupakan orang yang paling tinggi derajatnya."
6. Mengunjungi Lembaga Dakwah
Mengunjungi lembaga-lembaga sosial dan organisasi-organisasi bantuan sangatlah penting untuk dilakukan sbagai sarana pemotivasi berbuat kebaikan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi lembaga sosial kebaikan dan yayasan-yayasan dakwah yang Allah telah banyak memberikan manfaat darinya, dan membukakan pintu bagi setiap muslim untuk ikut beramal di jalan Allah serta berkhidmat untuk agama ini. Mengunjungi lembaga-lembaga sosial seperti ini akan memotivasi seorang muslim untuk mencintai kebaikan, mengamalkannya, dan berlomba-lomba di dalamnya.
7. Sadar pentingnya berbuat baik
Hendaklah kita menyadari bahwa berlomba dalam kebaikan adalah karakter orang-orang mukmin, dan sifat para malaikat yang didekatkan. Alah telah berfirman memuji sebagian Nabi-Nya:

"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya:90)
Sebagaimana Allah juga bersumpah dengan malaikat, Dia berfirman:
Sebagaimana Allah juga bersumpah dengan malaikat, Dia berfirman:
"Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat," (An-Naziat :4)
Mujahid berkata,"Itu adalah malaikat yang mendahului Adam dalam kebaikan dan amal shalih."
Maka kesadaran akan hal itu akan memberikan motivasi dan dorongan kepada seorang muslim untuk berbuat baik.
8. Meneladani sikap ulama salaf
Hendaklah kita mengenal sejauh mana para ulama salaf menyesal dan menangis karena melewatkan kesempatan berbuat baik. Rasulullah bersabda:
"Tidaklah penduduk surga merasa menyesal terhadap sesuatu pun, kecuali atas waktu yang lewat sementara mereka tidak mengingat Allah di dalamnya." (Thabrani)
Wahai saudaraku muslim ... Sesungguhnya para penghuni surga kelak akan menyesal dan menyayangkan setiap kesempatan yang mereka miliki berlalu begitu saja, tanpa terisi dengan berbagai ketaatan kepada Allah. Dikisahkan, Sa'id bin Abdul Aziz At-Tanukhi apabila ketinggalan shalat berjamaah ia menangis, maka bagaimana dengan kita? Ibnu Mas'ud berkata," Tidaklah aku menyesal melebihi penyesalanku terhadap satu hari yang matahari tenggelam didalamnya, sementara umurku berkurang, sedangkan amalku tidak berkurang."
Jadi saudaraku, jika engkau mengerti bagaimana para salafush shalih merasa sayang akan kebaikan yang terlewatkan, maka engkau akan terdorong untuk berbuat baik dan tidak meremehkannya.
9. Sadar Bahwa Umur Ini Singkat
Perlu sekali ditanamkan kesadaran bahwa umur ini singkat dan nafas itu terhitung. Sehingga seorang muslim dengan begitu akan selalu membutuhkan keseriusan dan kesungguhan dalam berbuat baik untuk menggapai keinginannya. Oleh sebab itu, Rasulullah memerintahkan kita untuk bersegera dalam amal shalih:
Mujahid berkata,"Itu adalah malaikat yang mendahului Adam dalam kebaikan dan amal shalih."
Maka kesadaran akan hal itu akan memberikan motivasi dan dorongan kepada seorang muslim untuk berbuat baik.
8. Meneladani sikap ulama salaf
Hendaklah kita mengenal sejauh mana para ulama salaf menyesal dan menangis karena melewatkan kesempatan berbuat baik. Rasulullah bersabda:
"Tidaklah penduduk surga merasa menyesal terhadap sesuatu pun, kecuali atas waktu yang lewat sementara mereka tidak mengingat Allah di dalamnya." (Thabrani)
Wahai saudaraku muslim ... Sesungguhnya para penghuni surga kelak akan menyesal dan menyayangkan setiap kesempatan yang mereka miliki berlalu begitu saja, tanpa terisi dengan berbagai ketaatan kepada Allah. Dikisahkan, Sa'id bin Abdul Aziz At-Tanukhi apabila ketinggalan shalat berjamaah ia menangis, maka bagaimana dengan kita? Ibnu Mas'ud berkata," Tidaklah aku menyesal melebihi penyesalanku terhadap satu hari yang matahari tenggelam didalamnya, sementara umurku berkurang, sedangkan amalku tidak berkurang."
Jadi saudaraku, jika engkau mengerti bagaimana para salafush shalih merasa sayang akan kebaikan yang terlewatkan, maka engkau akan terdorong untuk berbuat baik dan tidak meremehkannya.
9. Sadar Bahwa Umur Ini Singkat
Perlu sekali ditanamkan kesadaran bahwa umur ini singkat dan nafas itu terhitung. Sehingga seorang muslim dengan begitu akan selalu membutuhkan keseriusan dan kesungguhan dalam berbuat baik untuk menggapai keinginannya. Oleh sebab itu, Rasulullah memerintahkan kita untuk bersegera dalam amal shalih:

Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Segeralah beramal shalih sebelum datangnya fitnah seperti malam yang gelap gulita." (Muslim)
Beliau juga mengabarkan bahwa manusia pasti akan ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; dan perihal masa mudanya, untuk apa ia gunakan?
10. Membaca kitab-kitab Zuhud
Sangat penting sekali membaca kitab-kitab tentang zuhud dan fadhail 'amal (Keutamaan amal) Misalnya kitab Riyadh Ash-Shalihin karya Imam Nawawi, AT-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Mundziri, dan kitab-kitab terpercaya dikalangan para ulama yang lain. Tidak diragukan lagi bahwa membaca buku-buku tersebut akan memberikan motivasi untuk beramal shalih dan bersegera menuju ke sana.
11. Sadar Pahala Penunjuk Kebaikan
Hendaknya kita mengerti bahwa orang yang menunjukkan kebaikan itu sama dengan pelakunya, juga bahwa berlomba dalam perbuatan baik itu akan mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya. Di antara penyemangat bagi pribadi yang beriman adalah mengetahui pahala dan keutamaan orang yang menunjukkan kepada kebaikan. Nabi bersabda:
Beliau juga mengabarkan bahwa manusia pasti akan ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; dan perihal masa mudanya, untuk apa ia gunakan?
10. Membaca kitab-kitab Zuhud
Sangat penting sekali membaca kitab-kitab tentang zuhud dan fadhail 'amal (Keutamaan amal) Misalnya kitab Riyadh Ash-Shalihin karya Imam Nawawi, AT-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Mundziri, dan kitab-kitab terpercaya dikalangan para ulama yang lain. Tidak diragukan lagi bahwa membaca buku-buku tersebut akan memberikan motivasi untuk beramal shalih dan bersegera menuju ke sana.
11. Sadar Pahala Penunjuk Kebaikan
Hendaknya kita mengerti bahwa orang yang menunjukkan kebaikan itu sama dengan pelakunya, juga bahwa berlomba dalam perbuatan baik itu akan mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya. Di antara penyemangat bagi pribadi yang beriman adalah mengetahui pahala dan keutamaan orang yang menunjukkan kepada kebaikan. Nabi bersabda:

Dari Abi Mas'ud Al-Anshary ia berkata seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata,"Wahai Rasulullah , jalan kami telah terputus karena hewan tungganganku telah mati, oleh karena itu bawalah saya dengan hewan tunggangan yang lain." Maka beliau bersabda,"Saya tidak memiliki (hewan tunggangan yang lain)." Tiba-tiba ada seorang lelaki yang berkata,"Wahai Rasulullah, saya dapat menunjukkan seseorang yang dapat membawanya (memperoleh penggantinya)." Maka beliau bersabda,"Barangsiapa dapat menunjukkan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya." (Muslim)
Hadits ini mengandung ajaran berbuat baik dan menunjukkan perbuatan baik kepada orang lain. Sebab, orang yang menjadi sebab dilaksanakannya perbuatan baik akan mendapat pahala dan ganjaran sama seperti orang yang melakukannya.
12. Mengunjungi Orang Shalih
Merupakan faktor penyemangat berbuat baik juga adalah mengadakan kunjungan, bermajelis, berteman, dan mencintai orang-orang baik serta meminta mereka agar mau mengunjungi dirinya dan mendoakannya. Faktor yang satu ini akan melahirkan banyak maslahat.
Hadits ini mengandung ajaran berbuat baik dan menunjukkan perbuatan baik kepada orang lain. Sebab, orang yang menjadi sebab dilaksanakannya perbuatan baik akan mendapat pahala dan ganjaran sama seperti orang yang melakukannya.
12. Mengunjungi Orang Shalih
Merupakan faktor penyemangat berbuat baik juga adalah mengadakan kunjungan, bermajelis, berteman, dan mencintai orang-orang baik serta meminta mereka agar mau mengunjungi dirinya dan mendoakannya. Faktor yang satu ini akan melahirkan banyak maslahat.

Dari Abu Hurairah ia berkata, telah bersabda rasulullah shallahu 'alaihi wasallam,"Barangsiapa yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya (yang ia cintai) karena Allah, ia akan dipanggil oleh seorang penyeru dengan mengatakan,"Engkau adalah orang baik, langkahmu adalah langkah yang baik dan engkau telah mengambil jatah tempatmu di surga." (Tirmidzi)
13. Mencontoh Semangat Para Salaf
Yakni berusaha tahu bagaimana keseriusan para salafush shalih dslam hal berlomba pada perkara-perkara yang baik. Berlomba dan bersaing dalam kebaikan adalah sifat alamiah yang terdapat dalam diri para sahabat Nabi. Umar bin Khattab pernah bersaing dengan dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar berkata,"Demi Allah, tidaklah aku berlomba dengan Abu Bakar dalam kebaikan, melainkan aku menjumpai ia sudah mendahuluiku."
14. Berdoa kepada Allah
Yakni berdoa kepada Allah agar memudahkan dirinya melakukan kebaikan. Hidayah taufik untuk bisa berbuat baik adalah karunia Allah dan pemberian dari Dzat yang maha pengasih. Allah menganugerahkan-Nya kepada siapa saja dari para hamba-Nya yang Dia kehendaki. Oleh sebab itu , bersandarlah kepada Rabb-mu agar berkenan memberikan taufik, memudahkan diri kita berbuat baik dan bisa bergegas menuju kebaikan. Allah telah menjanjikan kepada kita bahwa Dia pasti akan mengabulkan permohonan itu. Allah berfirman:
13. Mencontoh Semangat Para Salaf
Yakni berusaha tahu bagaimana keseriusan para salafush shalih dslam hal berlomba pada perkara-perkara yang baik. Berlomba dan bersaing dalam kebaikan adalah sifat alamiah yang terdapat dalam diri para sahabat Nabi. Umar bin Khattab pernah bersaing dengan dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar berkata,"Demi Allah, tidaklah aku berlomba dengan Abu Bakar dalam kebaikan, melainkan aku menjumpai ia sudah mendahuluiku."
14. Berdoa kepada Allah
Yakni berdoa kepada Allah agar memudahkan dirinya melakukan kebaikan. Hidayah taufik untuk bisa berbuat baik adalah karunia Allah dan pemberian dari Dzat yang maha pengasih. Allah menganugerahkan-Nya kepada siapa saja dari para hamba-Nya yang Dia kehendaki. Oleh sebab itu , bersandarlah kepada Rabb-mu agar berkenan memberikan taufik, memudahkan diri kita berbuat baik dan bisa bergegas menuju kebaikan. Allah telah menjanjikan kepada kita bahwa Dia pasti akan mengabulkan permohonan itu. Allah berfirman:

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah:286)
Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.
15. Menumbuhkan Niat Berbuat Baik
Yakni selalu menumbuhkan niat berbuat baik dan menyibukkan hati dengannya. Sebab sebuah niat baik ketika menancap dengan rasa ikhlas dalam hati, akan menyampaikan seorang hamba kepada derajat paling tinggi. Jadi sekedar niat saja, akan menjadikan sebab agar bisa benar-benar beramal. Sebagian salaf mengatakan,"Raihlah niat untuk beramal sebelum beramal; kapan saja dirimu berniat melakukan kebaikan, berarti dirimu berada di atas kebaikan."
Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.
15. Menumbuhkan Niat Berbuat Baik
Yakni selalu menumbuhkan niat berbuat baik dan menyibukkan hati dengannya. Sebab sebuah niat baik ketika menancap dengan rasa ikhlas dalam hati, akan menyampaikan seorang hamba kepada derajat paling tinggi. Jadi sekedar niat saja, akan menjadikan sebab agar bisa benar-benar beramal. Sebagian salaf mengatakan,"Raihlah niat untuk beramal sebelum beramal; kapan saja dirimu berniat melakukan kebaikan, berarti dirimu berada di atas kebaikan."
.png)
Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Allah 'Azza wa Jalla berfirman sedangkan firman-Nya adalah haq: Jika hambaku berniat (mengamalkan) satu kebaikan, maka tulislah satu kebaikan untuknya, akan tetapi jika ia mengamalkannya maka tulislah untuknya sepuluh kebaikan yang serupa. Dan jika ia berniat satu kejahatan, janganlah kalian tulis hingga ia mengerjakannya. Jika ia mengerjakannya, maka tulislah sebagai satu kejahatan yang serupa , akan tetapi jika (kejahatan itu) ia tinggalkan atau tidak ia kerjakan, maka tulislah sebagai satu kebaikan untuknya." Kemudian beliau membaca Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala)sepuluh kali lipat amalnya (Al-An-am:160) (Tirmidzi )
16. Sadar bahwa Nabi juga berdoa
Termasuk faktor penyemangat berbuat baik adalah mengethaui bahwa Nabi saja juga berdoa dan memohon kepada Allah agar bisa berbuat baik. Beliau pernah berdoa:
"Allahumma inni asaluka fi'la al-khairaati wa tarka al-munkaraati" (Tirmidzi)
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar bisa berbuat baik dan meninggalkan segala kemungkaran.
Sudah menjadi suatu hal yang maklum, bahwa Nabi tidak mungkin berdoa kecuali dengan sesuatu yang dicintai Allah. Kalau hal ini disadari, akan menjadikan dirinya semakin termotivasi untuk berbuat baik.
17. Membayangkan Nikmat di Surga
Mengingat surga, membayangkan kenikmatannya serta membayangkan apa yang Allah sediakan bagi orang-orang baik akan mempermudah di dalam melakukan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Allah berfirman:
16. Sadar bahwa Nabi juga berdoa
Termasuk faktor penyemangat berbuat baik adalah mengethaui bahwa Nabi saja juga berdoa dan memohon kepada Allah agar bisa berbuat baik. Beliau pernah berdoa:
"Allahumma inni asaluka fi'la al-khairaati wa tarka al-munkaraati" (Tirmidzi)
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar bisa berbuat baik dan meninggalkan segala kemungkaran.
Sudah menjadi suatu hal yang maklum, bahwa Nabi tidak mungkin berdoa kecuali dengan sesuatu yang dicintai Allah. Kalau hal ini disadari, akan menjadikan dirinya semakin termotivasi untuk berbuat baik.
17. Membayangkan Nikmat di Surga
Mengingat surga, membayangkan kenikmatannya serta membayangkan apa yang Allah sediakan bagi orang-orang baik akan mempermudah di dalam melakukan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Allah berfirman:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,"(Ali-Imran:133)
Maka dari itu, wahai saudaraku tercinta, tidakkah engkau merasa rindu kepada surga? Sesungguhnya yang rindu kepada surga adalah orang-orang shalih.
18. Pelaku Kebaikan Dipuji
Hendaklah kita menyadari bahwa berbuat baik semasa hidup merupakan sebab datangnya pujian manusia kepada pelakunya ketika masih di dunia dan akan menumbuhkan rasa cinta kepada mereka kepadanya setelah meninggal dunia. Orang-orang beriman adalah para saksi Allah di muka bumi.
Maka dari itu, wahai saudaraku tercinta, tidakkah engkau merasa rindu kepada surga? Sesungguhnya yang rindu kepada surga adalah orang-orang shalih.
18. Pelaku Kebaikan Dipuji
Hendaklah kita menyadari bahwa berbuat baik semasa hidup merupakan sebab datangnya pujian manusia kepada pelakunya ketika masih di dunia dan akan menumbuhkan rasa cinta kepada mereka kepadanya setelah meninggal dunia. Orang-orang beriman adalah para saksi Allah di muka bumi.

Aku mendengar Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu berkata,"Orang-orang melewati sebuah jenazah, lantas mereka memujinya dengan kebaikan. Nabi bersabda,"Pasti baginya." Kemudian lewatlah jenazah yang lain kemudian mereka meneyebutnya dengan keburukan. Maka Nabi bersabda,"Pasti baginya." Mendengar itu, Umar berkata,"Apa maksud pasti baginya?" Beliau menjawab,"Jenazah pertama, kalian memujinya dengan kebaikan, maka ia pasti masuk surga. Sementara yang kedua, kalian mengucapkan kejelekan kepadanya, maka ia pasti masuk neraka. Kalian adalah para saksi Allah di muka bumi." (Bukhari)
Sungguh beruntunglah bagi mereka yang menyandang sifat kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
19. Pelaku kebaikan manusia terbaik
Seseorang mesti menyadari bahwa pelaku kebaikan itu dengan usianya yang panjang akan menjadi manusia terbaik disisi Allah. Orang mukmin yang berumur panjang dan mengisinya dengan ketaatan adalah lebih baik daripada yang umurnya singkat. Sebagaimana sebuah hadits:
Sungguh beruntunglah bagi mereka yang menyandang sifat kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
19. Pelaku kebaikan manusia terbaik
Seseorang mesti menyadari bahwa pelaku kebaikan itu dengan usianya yang panjang akan menjadi manusia terbaik disisi Allah. Orang mukmin yang berumur panjang dan mengisinya dengan ketaatan adalah lebih baik daripada yang umurnya singkat. Sebagaimana sebuah hadits:

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah dari ayahnya sesungguhnya Seseorang berkata,"Siapakah manusia terbaik itu? Belaiu menjawab,"Yang panjang usianya dan baik amalannya." Ia bertanya,"Lalu siapakah manusia terburuk itu?" Beliau menjawab,"Orang yang panjang umurnya namun buruk amal perbuatannya." (Tirmidzi)
Hal ini mengingat bahwa orang yang pertama tadi berusaha sekuat tenaga memanfaatkan waktu dalam usianya dalam kebaikan dan ketaatan.
20. Amal Sedikit Tapi Berkesinambungan
Hendaknya kita mengetahui bahwa kontinyuitas dalam beramal shalih meskipun sedikit, itu lebih dicintai Allah. Beramal shalih secara kontinyu meskipun sedikit itu termasuk amalan yang dicintai Allah. Rasul bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu meskipun sedikit" (Bukhari)
Hal ini mengingat bahwa orang yang pertama tadi berusaha sekuat tenaga memanfaatkan waktu dalam usianya dalam kebaikan dan ketaatan.
20. Amal Sedikit Tapi Berkesinambungan
Hendaknya kita mengetahui bahwa kontinyuitas dalam beramal shalih meskipun sedikit, itu lebih dicintai Allah. Beramal shalih secara kontinyu meskipun sedikit itu termasuk amalan yang dicintai Allah. Rasul bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu meskipun sedikit" (Bukhari)
Referensi
Kitab 'Isyruna hafizan ala amali al-khair wa al-musaraah ilaihi wa ad-dalalah alaihi (Edisi Indonesia: Membuka Pintu Surga Amalan dan bacaan yang Mengantarkan Anda ke Surga) karya Khalid bin Abdurrahman Ad-Durwaisy
24 Rajab 1431 H
6 Juli 2010 M
6 Juli 2010 M
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26














Dear Accank, Hal itu tergantung dari...
Dear Ronald, Terima kasih atas saran...
Untuk pengguna debian 6.0 (squeeze) d...
mas sy ingin bertanya,dari semua netw...
Dear Syukran, Mungkin hadits ini bis...