catatanlepas.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color
Home Lain-Lain Aneka Tips dan Keutamaan Tips-Tips Untuk Istiqamah

Tips-Tips Untuk Istiqamah

Email Cetak PDF
Ada sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan, khususnya dari seorang yang ingin mendapatkan hidayah dan berpegang erat dengan agama Allah Ta'ala. Pertanyaan tersebut adalah bagaimana caranya agar diri ini dapat selalu teguh atau sarana apa saja yang dapat membantu untuk dapat teguh (di atas agama Allah)? Berikut ini adalah sarana-sarana yang dapat membantu seorang hamba untuk istiqamah di atas agama Allah adalah:

1. Memperbaiki Hati (Ikhlas kepada Allah) dan mempelajari Akidah yang lurus yang bersumber dari al-Quran dan As-Sunnah

Sebab barangsiapa yang hatinya istiqamah, akidahnya lurus serta hubungan pribadinya dengan Allah Ta'ala baik, maka ini adalah salah satu sarana agung yang dapat mendatangkan keteguhan dari Allah baginya. Allah berfirman:

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (Ibrahim:27)

Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya seorang dari kalian ada yang mengerjakan amalan penghuni surga, hingga antara dirinya dan surga tinggal sehasta, tapi ia didahului oleh takdir lalu mengerjakan amalan penghuni neraka hingga ia masuk ke neraka." (Bukhari Muslim)

"Sesungguhnya seorang dari kalian ada yang mengerjakan amalan penghuni surga di hadapan manusia." (Bukhari Muslim)

Ulama menyimpulkan sebuah faedah berharga dari hadits ini, bahwa sebab menyimpangnya  seseorang pada akhir hayatnya adalah hatinya yang tidak baik, bahwa istiqamah yang ada padanya hanya pada pandangan manusia. Adapun batinnya tidak baik dan tidak istiqamah. Oleh karenanya, bila hatinya baik, akidahnya lurus dan hubungan hatinya dengan Allah ta'ala juga baik, maka hal tersebut merupakan salah satu sebab teragung bagi dirinya untuk dapat teguh diatas agama Allah. Kesimpulannya, hati yang baik dalam berakidah dengan keimanan yang benar, usaha keras untuk memperbaiki akidah dan memperkuat hubungan dengan Allah taala, merupakan sebab yang dapat membantu hamba untuk teguh diatas istiqamah.

2. Berdoa kepada Allah
Doa merupakan kunci segala kebaikan di dunia dan di akhirat.
Alah berfirman:
"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".(Ghafir:60)

Di antara sarana yang dapat membantu keteguhan adalah berdoa. Yakni hamba berdoa kepada Allah dan merengek-rengek kepada-Nya dengan doa itu. Dan diantara doa yang sering dibaca oleh Nabi adalah:
Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'ala diinika (Wahai Rabb Maha Pembolak-balik, tetapkanlah hati ini di atas agamamu)
Ummu salamah bertanya,"Wahai rasulullah, apakah hati dapat berbolak-balik?
Beliau menjawab,"Tidaklah sebuah hati itu melainkan berada di antara dua jari dan jari-jemari ar-Rahman. Dia membolak-balik hati itu sekehendak-Nya." (Tirmidzi)

Di dalam Al-Quran disebutkan doa:
"(Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (Ali-Imran:8)

Jadi bagi hamba yang ingin dan berharap dirinya dapat selalu teguh  dan istiqamah di atas agama Allah, hendaklah ia memperbanyak doa. Khususnya doa agung di atas yang sering dipanjatkan oleh nabi dalam doanya.

3. Tidak Panjang Angan-Angan
Rasulullah berkata kepada Ibnu Umar:
"Jadilah engkau didunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan." (Bukhari)
Inilah diantara sarana yang dapat membantu untuk tetap teguh yaitu tidak banyak berangan-angan dalam hidup. Dalam beramal shalih dan berbuat kebaikan atau hendak bertaubat dari maksiat, janganlah engkau tunda-tunda hingga esok hari sebab kita tidak tahu apakah akan tetap hidup hingga esok hari atau tidak. Hal ini merupakan salah satu sarana teragung yang dapat membantu untuk tetap teguh.

4. Mempelajari Keutamaan Istiqamah dan Teguh (Di Jalan Allah)
Dan bahwasanya orang yang selalu di atas jalan Allah yang lurus dalam kehidupan ini, maka Allah akan meneguhkannya di atas jembatan yang terpancang di atas neraka jahanam dan Allah janjikan baginya kemenangan di surga dan keselamatan dari api neraka.

"Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Ali-Imran:185)

5. Memperhatikan Isi al-quran
Al-Quran merupakan kitab hidayah, bahkan merupakan kitab paling agung untuk memperoleh hidayah dan tetap teguh di atas tersebut. Allah berfirman:
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,"(Al-Isra:9)

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus:57)

Dari ayat-ayat diatas dapat diketahui bahwa al-Quran adalah kitab hidayah. Maka itu, ketika seorang hamba memiliki hubungan erat dengan al-Quran ia membacanya, mentadabburinya da mengamalkan isinya, maka hal itu dapat memperkuat imannya, menambah keyakinannya dan mempererat hubungan dengan Rabb-Nya 'azza wa jalla.

6. Merenungi Akibat Buruk (dosa) dan Berdirinya Seorang Hamba di Hadapan Allah 'azza wa jalla (Di Akhirat kelak)
Hendaklah seorang muslim merenungi bahwa kepada Allah ta'ala semata segala sesuatu akan dikembalikan, kelak Dia akan memperhitungkan segala perbuatan para hamba-Nya, lalu membalas mereka atas perbuatan yang telah mereka kerjakan di kehidupan ini. Setiap kali seorang hamba menghadirkan semua hal di atas, maka hal itu dapat membantunya untuk tetap sabar dalam beristiqamah dan teguh di atas agama Allah.

7. Membiasakan Diri Untuk Mengerjakan dan Mengamalkan Perintah Allah
Hendaklah tujuan seseorang dalam menuntut ilmu bukan sekedar mendapatkan ilmu semata. Namun lebih dari itu, yaitu untuk mengamalkannya.
Ali bin abu Thalib berkata,"Ilmu akan bersorak bila diamalkan. Bila tidak, maka ia akan pergi."
Maka itu, hendaklah ia membiasakan diri untuk mengamalkan perintah-perintah Alah. Bila ia mendengar kalimat dari gurunya, mendengar nasihat dari khatib, atau mendengar peringatan dari orang alim, hendaklah ia membiasakan diri untuk mengamalkannya. Allah berfirman:

"Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)," (An-Nisa 66)

Maksudnya membiasakan diri melaksanakan perintah Allah dapat menjadi salah satu faktor meraih keteguhan di atas agama Allah Ta'ala.

8. Memilih Teman Baik yang Dapat Membantu Berbuat Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran
Sehingga mengingatkan bila kita lalai, menegur bila kita bermaksiat dan memberikan dukungan bila kita mengamalkan dan menyambut ketaatan. Rasulullah bersabda:
"Orang itu tergantung agama temannya, maka itu hendaklah kalian memperhatikan siapa yang akan ia jadikan teman." (Abu Daud)
Jadi teman yang baik dapat membantu saudaranya (untuk berbuat kebaikan). Oleh karena itu, sepatutnya seorang muslim antusias dalam mencari teman yang baik lagi istiqamah, yang dapat membantunya untuk istiqamah di atas ketaatan kepada Allah.

9. Berhati-hati dari Sarana-sarana Datangnya Fitnah Kesesatan dan Kebatilan
Rasulullah bersabda:
"Allah memberikan perumpamaan sebuah jalan yang  lurus. Pada kedua tepi jalan itu terdapat dua pagar dengan pintu-pintu yang terbuka. Pada pintu-pintu tersebut terdapat tabir penutup. Dan di ujung pintu jalan itu ada penyeru yang memanggil: "Wahai manusia, masuklah ke jalan itu, janganlah menyimpang." Ada penyeru lain dari dalam jalan itu, bila ada yang hendak membuka pintu itu sedikit saja ia berseru,"Celakalah engkau, jangan kau buka, sebab bila kau buka maka kamu akan masuk ke dalamnya." Jalan itu adalah agama Islam, dua pagar itu adalah batasan-batasan Allah Ta'ala, penyeru yang berada di ujung jalan itu adalah kitab Allah azza wa jalla, dan penyeru yang berada di dalam jalan itu adalah penasihat dari Allah yang ada pada hati setiap muslim." (Hadits shahih riwayat Ahmad)

Nabi bersabda: Jangan kau buka (pintu itu), sebab bila kau buka maka kamu akan masuk kedalamnya dari sini dapat kita ketahui bahwa siapa saja yang ingin selalu istiqamah dan teguh di atas jalan yang lurus, maka ia harus berhati-hati dari pintu-pintu (fitnah) ini, yang mana bila ia membuka salah satu dari pintu itu dapat mendorongnya masuk ke dalam kebatilan.

10. Membaca Sejarah Perjalanan Hidup Nabi, Para Sahabat dan Generasi Setelahnya Yang Mengikuti Beliau Dengan Kebaikan
Sebab sirah mereka yang mulia, kisah mereka yang harum mewangi, dan kehidupan mereka yang penuh berkah lagi makmur dengan ketaatan kepada Allah, dapat menumbukan kecintaan. Dan bila seseorang sudah cinta, maka ia akan mengikuti jejak mereka. Kemudian, orang yang mengikuti jalan mereka niscaya akan diberi taufiq untuk mengerjakan segala kebaikan, dan dengan izin Allah ia akan terjaga dari segala keburukan.

Nabi bersabda"
"Sesungguhnya ilmu hanya didapat dengan belajar, dan sifat santun dapat diraih dengan membiasakannya. barangsiapa yang mencari-cari kebaikan pasti ia akan diberi, dan barangsiapa yang berhati-hati dari keburukan, maka ia akan terjaga." (Hadits hasan riwayat al-Khatib al-Baghdadi)

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami jalan-Mu yang lurus dan lindungilah kami dari jalan orang-orang yang Engkau Murkai dan orang-orang yang sesat, Semoga dia meneguhkan di atas jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari jalan-jalan kesesatan, wahai Dzat yang maha hidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, Maha pemilik keagungan dan kemuliaan.

Referensi:

Cearamah Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr di asrama haji surabaya dan diterjemahkan di majalah Adz-Dzakhiirah vol. 8 No. 7 Edisi 61 th. 1431/2010
21 Syaban 1431 H
2 Agustus 2010 M

+ 2
+ 1
Comments
Add New Search
Arida Sahputra  - Hamasah   |110.137.41.xxx |2010-11-02 11:24:07

Tetap semangat ya akh dalam berdakwah....
catatan   |SAdministrator |2010-11-02 16:56:05
Amien ...
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Tanggal dan Jam


Ulti Clocks content

Browse this website in:


Mutiara Hari Ini

Ikutilah (Sunnah) dan janganlah berbuat bid’ah!! Sebab sungguh itu telah cukup bagi kalian. Dan (ketahuilah) bahwa setiap bid’ah itu sesat. (Ibnu Mas'ud)

Poling

Apakah artikel-artikel di situs ini bermanfaat untuk anda?

(249 votes)

8%
92%

Waktu Shalat